Upacara Adat Merti Dusun Padukuhan Tinjon merupakan tradisi tahunan yang sarat makna, dilaksanakan setiap sasi Ruah Sebelum Puasa oleh masyarakat Tinjon. Tradisi ini merupakan bentuk pelestarian budaya warisan leluhur yang telah berlangsung turun-temurun sejak zaman dahulu dan masih diuri-uri hingga saat ini oleh seluruh warga padukuhan.
Merti Dusun secara umum merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen, rejeki, dan keselamatan yang mereka terima sepanjang tahun. Selain itu, upacara ini juga menjadi sarana spiritual untuk mendoakan para leluhur yang menjadi cecikal bebakal (pendiri awal) wilayah Tinjon, serta ajang kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Pelaksanaan upacara ini dipusatkan di Wisata Pring Ledok Tinjon, tempat seluruh elemen masyarakat dari berbagai RT berkumpul dan terlibat aktif dalam setiap rangkaian acara.
TUJUAN
Untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Padukuhan Tinjon. Secara lebih luas, merti dusun memiliki tujuan untuk melestarikan budaya, memperkuat tali silaturahmi, dan menjaga persatuan masyarakat.
LEMBAGA PELAKSANA
Panitia Merti Dusun Padukuhan Tinjon, Karang Taruna Padukuhan, Pokgiat Padukuhan, PKK Padukuhan,
Rois, Kelompok-Kelompok Seni, Jagawarga, Linmas, RT
BENTUK SARANA DAN PRASANA
Kenduri Ageng
1.Sekul Wuduk
2.Ingkung
3.Ambengan
4.Ketan, Kolak & Apem
5.Tumpeng
6.Pisang Raja
7.Gunungan Hasil Bumi
LOKASI KEGIATAN
Tempat Wisata pring Ledok Tinjon
WAKTU PELAKSANAAN (Kalender Jawa & Masehi)
Setiap Sasi Ruah
KONDISI TERKINI
Tradisi ini masih dijalankan sampai saat ini.
