Sadranan Ketandan

December 12, 2024

DAPOBUD-OPK: Adat Istiadat,

 

 

 

 

Budaya tradisi Sadranan di Padukuhan Ketandan adalah sebuah tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun sejak jaman nenek moyang. Saat ini warga sekitar yang ada dan dipelopori oleh Kepala Dukuh Ketandan bapak Sumantri dalam setiap tahunnya selalu melaksanakan kegiatan ini, terlebih warga juga sangat sadar, bahwa kegiatan ini adalah bagian dari penghormatan terhadap para lelubur mereka masing-masing.

  1. Dusun Deresan acara Sadranan dilaksanakan pada setiap tanggal 20 Ruwah yang dulunya bertempat dirumah mbah Bayan , krena beliau sudah meninggal serta melihat kondisi yang tidak memungkinkan, sekarang di halaman jalan menuju makan Deresan.
  2. Dusun Demangan pelaksanaannya pada tanggal 23 Ruwah, dulu bertempat di rumah mantan Dukuh, karena beliaunya sudah meninggal dan kondisi tidak memungkinkan, sekarang bertempat di halaman jalan menuju makam Kholipan Demangan.
  3. Sedangkan untuk Sadranan di dusun Ketandan sendiri yang dulu bertempat di rumah tokoh masyarakat bapak Kromo Sentono, setelah beliau mennggal, sekarang bertempat di halaman masjid Ketandan.

Dalam pelaksanaan Sadranan kecil di tiga dusun ini segala sesuatu yang menyangkut keperluan Sadranan, seperti sewa tenda, sound sistem, diupayakan bersama oleh masing-masing dusun melalui dana infak. Sedangkan keperluan Sadranan berupa nasi, lauk, hasil bumi, serta buah sebagai wujud syukur kepada Yang maha Kuasa serta alam, ditanggung oleh masing-masing keluarga.

Pada tahun 2022 sadranan di padukuhan Ketandan yang mengambil waktu pada bulan Ruwah pelaksanaannya dijadikan satu tempat untuk seluruh warga padukuhan ketandan sehingga warga Ketandan yang jumlanya kurang lebih 300 jiwa ditambah dengan ahli waris yang sudah tersebar didaerah lain, para tamu undangan terutama dari Kundo Kabudayan Sleman yang memberi dukungan penuh sebesar Rp. 35 juta menggunakan dana keistimewaan, Lurah Madurejo beserta seluruh pamonya, Pengurus Desa Budaya Kalurahan Madurejo, Pendamping Budaya Kalurahan Madurejo, mencapai 450 orang hadir untuk mendukung serta menyaksikan sampai akhir kegiatan Sadranan, terlebih pada puncak acara dengan menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, warga dari berbagai penjuru daerah yang mempunyai kegemaran menyaksikan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.
Sadranan Ageng ini renacanya akan dilaksanakan setiap tiga tahun selaki.

https://www.google.com/maps/place/Ketandan,+Madurejo,+Kec.+Prambanan,+Kabupaten+Sleman,+Daerah+Istimewa+Yogyakarta/@-7.798112,110.4888424,1144m/data=!3m2!1e3!4b1!4m6!3m5!1s0x2e7a507186030331:0x7c1786673ff37714!8m2!3d-7.7981435!4d110.4910072!16s%2Fg%2F11ghndhs_r?hl=id&entry=ttu&g_ep=EgoyMDI0MTIxMS4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D