Kebondalem, Sabtu 08/09 Kirab Song Song Nolobondo

Sinopsis

Pada Abad Ke 16 awal berdirinya keraton mataram. Pada saat kekalahan perang dengan voc di batavia, salah satunya yaitu bernama ki Singoranu. Namun  dalam menjalankan tugasnya yang bersifat rahasia atau intel, beliau memiliki nama lain yaitu ki surotanu. Lalu apa hubungannya ki singoranu/ki surotanu tersebut dengan ki Nolobondo.

Berdasarkan wawancara dengan narasuber, diperoleh informasi bahwa ki singoranu/ki surotanu dan ki nolobondo adalah orang yang sama. Nama ki nolobondo merupakan nama yang digunakan ketika sudah tidak menjadi prajurit kerajaan, tepatnya yaitu setelah ki singoranu/ki surotanu tersebut melarikan diri kemudian berganti nama menjadi ki nolobondo, menjadi petani biasa dan mendapatkan tanah simo dari raja diberi nama kebondalem,

Seperti yang sudah disebutkan diawal tadi, bahwa banyak prajurit kerajaan  ki nolobondo adalah salah satunya. Pada saat itu, diketahui bahwa ki nolobondo tersebut tinggal di wilayah yang sekarang dikenal dengan padukuhan kebondalem. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya dua makam yang awalnya diduga sebagai makam ki singoranu/ki surotanu dan makam ki nolobondo.

Namun , sebenarnya hanya satu makam yang merupakan makam dari ki nolobondo. Makam yang diduga sebagai makam ki singoranu/ki surotanu hanyalah makam seorang warga yang tidak diketahui identitasnya. Ki nolobondo sendiri yang memerintahkan agar makam tersebut dikenal sebagai makam ki singoranu/ki surotanu. Hal tersebut dilakukan agar pihak lawan atau pihak yang mencari ki singoranu/ ki surotanu menduga bahwa beliau sudah meninggal.

Sekarang makam ki nolobondo yang sebenarnya masih bisa dilihat dimakam watu gong yang terletak di padukuhan kebondalem.

Ngampil Pusoko/ Bedol Pusoko dari empu Nolobondo ( keturunan/ Trah Mbah Lurah ) dilakukan dan didampingi oleh 3-5 Orang termasuk empu Nolobondo

è Songsong nolobondo dibawa dan diarak dari rumah mbah lurah

 

Songsong Nolobondo diarak mengelilingi dusun Kebondalem bersama Bregodo, Prajurit, Potensi Kesenian, Potensi Sumber daya alam/ rangkaian Gunungan ( Hasil Bumi ) dan Tokoh Masyarakat Menuju Lokasi Kenduri

  • Serah terima Pusoko dari empu Nolobondo ( keturunan/ Trah Mbah Lurah )/ Tokoh Masyarakat kepada Mbah Kaum / PenDo’a
  • Sambutan Dukuh atau Pejabat yang berwenang
  • Umbul dongo ( Kenduri Budaya )
  • Rayahan Gunungan oleh Masyarakat ( Ngalap Berkah )

Acara dihadiri oleh PLT Panewu Prambanan, Bhabinkamtibmas, Forum Omah Jaga Warga, dan Segenap Masyarakat Kebondalem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *