Madurejo , Rabu 18 Juni 2025 di Pendopo Ayodya Tulada Pukul 09.00 sd selesai di Hadiri Oleh Panewu Prambanan, Panewu Anom Prambanan, Lurah Madurejo, PLT Kamituwa, Kepala Puskesmas Prambanan, Bida Desa, Ketua PKK, Karang Taruna, Ketua BPKal, Guru PAUD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pokja IV, Kader Kesehatan, KPM, Pendamping Desa, dan Tokoh Masyarakat

- Materi
- Penyampaian laporan konvergensi pencegahan stunting baik yang tercatat dalam eHDW maupun lainya oleh KPM (Kader Pembangunan Manusia);
- Diskusi terarah / Focus group discussion (FGD) terkait dengan rancangan usulan konvergensi stunting kalurahan yang disusun dari hasil di forum koordinasi/RKS (Rumah Kalurahan Sehat);
- Pembahasan dan penyepakatan usulan prioritas kegiatan berdasarkan laporan konvergensi pencegahan stunting dan forum koordinasi di Kalurahan; dan
- Penetapatan prioritas usulan program/kegiatan berdasarkan hasil rembug Stunting di Kalurahan.
- Unsur Pimpinan Rapat dan Narasumber
Pemimpin Musyawarah : Alsa Miftahul Huda, S.Pd dari Kalurahan
Notulen : Kristanto dari Kalurahan
Narasumber : 1. Koordinator Gizi dari Puskesmas
2. Dewi Marlina dari Kapanewon
3. Juniati dari KPM

Tujuan dari Kegiatan ini adalah:
1. Menyatukan Persepsi dan Komitmen Bersama
Rembug stunting melibatkan berbagai pihak (pemerintah Kalurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan lainnya) untuk menyamakan pemahaman dan menyepakati langkah-langkah konkret dalam menangani stunting.
2. Mengidentifikasi Masalah dan Akar Penyebab Stunting
Melalui diskusi bersama, masyarakat bisa lebih memahami faktor penyebab stunting di wilayahnya, baik dari aspek kesehatan, gizi, lingkungan, maupun sosial ekonomi.
3. Merancang Program yang Tepat Sasaran
Rembug menghasilkan rencana kegiatan intervensi yang sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan masyarakat, baik intervensi spesifik (gizi, kesehatan) maupun sensitif (air bersih, sanitasi, pendidikan).
4. Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat
Masyarakat didorong untuk terlibat langsung, tidak hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai pelaku perubahan melalui gotong royong, pemantauan, dan edukasi.
5. Mendorong Penggunaan Dana Desa Secara Tepat
Hasil rembug stunting menjadi dasar dalam pengalokasian anggaran Dana Desa untuk program-program pencegahan stunting secara transparan dan terencana.
6. Memperkuat Koordinasi Lintas Sektor
Rembug melibatkan lintas sektor (kesehatan, pendidikan, pertanian, dll) sehingga penanganan stunting menjadi lebih terpadu dan berkelanjutan.
