
Para leluhur makam Pengklik dipimpin oleh Lurah Surakso Madyo juru kunci paling tua makam Pengklik bapak Ahmadi. Setelah selesai doa, dilanjutkan sambutan singkat asal-usul sejarah makam Pengklik yang disampaikan oleh ahli waris dari Payak yang disampaikan oleh bapak Dukuh Lulut Triyono. Setelah itu dilanjutkan tabur bunga ke seluruh makam, diawali oleh jurukunci dan sesepuh awli waris dari Payak, diikuti oleh seluruh warga.
Prosesi tabur bunga selesai, seluruh hadirin turun menuju pelataran Makam. Selanjutnya sambutan tunggal yang disampaikan dari kundho kabudayan Daerah Istmewa Yogyakarta. Selanjutnya acara terakhir adalah makan bersama oleh seluruh hadirin diawali dengan doa.
Sadranan Tahun 2024
Pelaksanaan Sadranan di tahun 2024 tetap dilaksanakan seperti biasa, namun dalam skala sederhana seperti pelaksanaan tahun 2023. Swadaya dari masyarakat sekitar yang tetap berkoordinasi dengan warga dari dusun Payak, yang dibangun untuk pelaksanaan kegiatan ini sejak dahulu, sebagai bentuk kebersamaan dalam menghormati serta mendoakan para leluhur tetap berjalan. Untuk tahun ini swadaya tersebut terkumpul berupa :
- Uang terkumpul Rp. 1.600.000,00 ( satu juta enam ratus ribu rupiah )
- Beras, kelapa, dan seluruh keperluan lainnya
- Masing-masing abdi dalem, menyumbang 1 ingkung ayam jantan,
- Juga dapat suport dari pemerintah kalurahan Madurejo, berupa 5 ingkung ayam jantan.
Sadranan kali ini hanya dihadiri oleh warga sekitar dan yang diundang dari dusun Payak, dan beberapa Pamong dari kalurahan Madurejo yang berkesempatan hadir.
Hal yang sangat menguatkan bagi warga masyarakat di dusun Pengklik adalah dukungan dari pihak Keraton sendiri, baik berupa dhawuh/berupa surat perintah resmi maupun ubo rampe/perlengkapan dalam pelaksanaan sadranan, yang diambil di Kawedanan Pengulon berupa :
Ember, Sapu, Keset, Sulak, Mori, Kemenyan, Arto wajib.
